Sabtu, 12 November 2011

XAMTHONE PLUS - JUS MANGGIS

. Sabtu, 12 November 2011
0 komentar


ENTRI POPULER

Insya Allah Minyak bulus sangat ampuh menguatkan, mengencangkan dan memperbesar alat vital pria dan payudara. (Membantu mengatasi impotensi, lemah syahwat, ejakulasi dini, MR P lembek, dlln)UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 EMAIL /YM / Facebook: binmuhsin_group@yahoo.co.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Khasiat XAMTHONE PLUS JUS MANGGIS

.
0 komentar


Membendung Ginjal Bocor

hal 30 31 6 200 200 Membendung Ginjal Bocor hal 30 31 3 200 200 Membendung Ginjal Bocor

Varell Aditya berlari mengejar mobilan-mobilan: Enam bulan silam, bocah 2,5 tahun itu tergolek di rumahsakit dengan tubuh bengkak dan perut buncit. Karena mengidap ginjal bocor, ia diramal tidak panjang umur.

Derita itu berawal dari gejala sering berkeringat yang sangat deras pada malam hari. Varell juga mengeluh sakit di bagian perut. Ketika perut diraba terasa keras, hingga akhirnya membuncit. Sebaliknya bagian kepala lembek. Varell pun demam selama tiga hari berturut-turut, sering menangis dan sulit tidur. Ia pun malas makan.

Resah melihat kondisi Varell, Agus Herianto, sang ayah, membawa putra bungsunya ke dokter spesialis anak di sebuah rumahsakit di Tanjungpriok, Jakarta Utara. “Dokter menduga ada kelainan pada ginjal Varell. Untuk memastikan perlu pemeriksaan darah,” tutur Agus yang kian khawatir melihat tubuh, perut, dan kepala Varell membengkak serta bagian seputar mata lebam. Hasil pemeriksaan di rumahsakit kedua di kawasan Sunter, Jakarta Utara, menunjukkan Varell menderita ginjal bocor.

Autoimun

Ginjal bocor merupakan bahasa awam merujuk pada sindrom nefrotik. Disebut ginjal bocor untuk menggambarkan keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui urine. Dalam kondisi normal, ginjal mempertahankan protein supaya tidak keluar dari tubuh. Dokter Danarto, SpB SpU, dari Pusat Pelayanan Urologi Rumahsakit Khusus Bedah An-Nur, Yogyakarta, menyebutkan pada penderita sindrom nefrotik fungsi pembuluh darah dalam ginjal terganggu sehingga protein yang seharusnya tidak ikut tersaring menjadi tersaring dan keluar bersama urine.

Oleh karena itu diagnosis penyakit itu antara lain dari adanya protein dalam air seni, kadar albumin darah rendah, dan kolesterol yang tinggi. Hasil pemeriksaan darah Varell di rumahsakit kedua menunjukkan kadar protein total 3,8 g/dl, albumin 1,4 g/dl, dan kolesterol total 451 mg/dl. Angka rujukan untuk masing-masing adalah 6,1 - 7,9 m per dl (untuk anak usia 1 - 7 tahun), 3,9 - 5,0 g/dl (usia di bawah lima tahun), dan kurang dari 200 mg/dl.

Ginjal “bocor” menyebabkan jumlah protein dalam tubuh menurun. Padahal protein, dalam hal ini albumin, berperan menahan cairan agar tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak, salah satu gejala ginjal bocor.

Gejala lain sembap, tekanan darah tinggi, dan sedikit urine saat berkemih seperti yang dialami Varell. Tubuh melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin dengan memecah cadangan lemak di seluruh tubuh. Akibatnya kadar kolesterol tubuh naik. “Jika lebih dari tiga bulan tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis seperti kelainan struktur ginjal,” kata dr Ni Made Hustrini, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Rawat inap

Untung saja Agus cepat bertindak. Di rumahsakit Varell antara lain mendapat asupan albumin. Menurut dr Philemon Konoralma SpPD dari Rumahsakit Mardi Rahayu Kudus, pemberian albumin melalui infus untuk mencukupi kadar albumin dalam darah. Pada penderita ginjal bocor kronis mesti menjalani cuci darah.

Selama dirawat di rumahsakit tubuh Varell memang membaik ditandai bengkak mengempis. Namun, kondisi itu hanya berlangsung satu dua hari. Setelah pemberian obat-obatan dihentikan, tubuh kelahiran 27 Desember 2008 itu kembali membengkak. Menurut dokter yang merawat, jalan kesembuhan Varell mesti ditempuh minimal selama tiga bulan.

Dokter Danarto SpB SpU mengatakan sindrom nefrotik bukan penyakit keturunan, tetapi dapat terjadi pada satu keluarga dengan pola makan hampir sama. Harap maklum salah satu penyebab penyakit itu adalah konsumsi makanan tidak sehat yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. “Pada kasus anak-anak tingginya tingkat kejadian karena kondisi fisiknya tidak sebagus orang dewasa,” tutur Danarto.

Pada hari ke-8 rawat inap, rumahsakit kembali merujuk Varell untuk berobat ke sebuah rumahsakit di Jakarta Pusat karena peralatan dan obat yang dibutuhkan lebih tersedia. “Tapi saya memilih membawa Varell pulang karena rumahsakit yang bersangkutan mensyaratkan harus tersedia uang Rp20-juta di awal,” ujar Agus. Keterbatasan dana membuat pegawai di sebuah perusahaan jasa kargo itu melirik pengobatan alternatif.

Cepat pulih

Jalan kesembuhan terbuka setelah Agus membaca khasiat jus manggis untuk kesehatan ginjal. Setelah berkonsultasi dengan konselor di perusahaan penyedia jus manggis, ia memberikan 5 kali sehari masing-masing sebanyak 5 ml kepada si bungsu. Jeda setiap pemberian empat jam. Pemberian jus kulit dan buah manggis dibarengi dengan madu omega 3.

Agus dan istri girang bukan kepalang setelah dua minggu mengonsumsi jus manggis dan madu, kondisi Varell cepat membaik. Bungsu lima bersaudara itu bisa tidur pulas karena terbebas dari banjir keringat. Perut pun mengempis dan kepala kembali normal. Bengkak di seluruh tubuh menghilang. “Tapi Varell jadi terlihat kurus,” tutur Agus.

Hingga kini Varell yang selama enam bulan terakhir tidak pernah mengalami gejala ginjal bocor lagi terus mengonsumsi jus kulit dan buah manggis serta madu mengandung omega 3. Dosis konsumsi hanya dua kali sehari untuk menjaga daya tahan tubuh bocah yang sempat diramal tidak berumur panjang oleh perawat di rumahsakit tempat ia pertama kali diperiksa itu.

Perkara kulit manggis mengatasi sindrom nefrotik memang belum terbukti secara ilmiah. Berbagai situs kesehatan hanya menyebutkan kulit manggis mampu mencegah terbentuknya batu ginjal.

Namun begitu, indikator perbaikan kondisi penderita ginjal bocor misal bengkak yang berkurang terlihat pada Varell. “Untuk memastikan perlu melakukan analisis urine,” kata Made Hustrini. Sayang hasil pemeriksaan saat Varell kontrol yang menunjukkan kesembuhan masih disimpan di rumahsakit. Yang menjadi bukti hanya Varell yang kini bisa lagi berlari-lari lagi mengejar mainan-mainan kesayangan. (Evy Syariefa/Peliput: Andari Titisari dan Desi Sayyidati Rahimah)

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

Musuh Stroke di Kulit Manggis

Dalam kisah fiksi asal Perancis, Asterix dan Obelix, daging celeng panggang santapan favorit Obelix yang membuatnya ketagihan. Namun, bagi Maria Lim Phiong menyantap daging babi hutan menghadirkan derita.

Malam itu, awal April 2011, Maria Lim Phiong merasa tubuhnya bak melayang. Tiga jam sebelumnya, tepatnya pukul empat sore, ia sudah merasakan sesuatu tidak beres di tubuhnya. “Ketika mau ke gereja, tangan sebelah kanan tiba-tiba terasa ringan seperti tak bertenaga,” ujar ibu 4 anak itu yang tetap nekat pergi ke gereja. Pukul 19.00 saat tiba kembali di rumah, sekujur tubuhnya terasa tak bertenaga. Warga Bandar Lampung, Provinsi Lampung, itu berjalan sempoyongan.

Bahkan, ia nyaris tak bisa menggerakkan tangan kanannya sama sekali. Thufatex, sang suami, buru-buru menuntun Maria ke kamar. Keesokan harinya Thufatex memeriksakan Maria ke dokter karena khawatir sang istri terkena stroke. Hasilnya tekanan darah perempuan 45 tahun itu jauh di atas ambang normal, tekanan darah sistolik 230 mmHg, semestinya 120 mmHg. Diagnosis dokter, Maria mengalami stroke ringan.

Karena melahirkan

Tingginya tekanan darah Maria sudah muncul sejak 8 tahun silam. Ketika itu perempuan yang sehari-hari membuat dodol itu baru saja melahirkan putra ke-4. “Tekanan darah sistolik mencapai 250 mmHg,” tutur Thufatex. Sejak itu Maria mengurangi konsumsi makanan berlemak dan banyak mengandung garam.

Hingga pada April 2011 itu Maria tak kuasa menolak godaan mencicipi daging, oleh-oleh kerabat. “Saya menghabiskan 6 potong sosis daging babi hutan, buah tangan salah seorang kerabat,” ujarnya. Menurut dr Nano Sukarno di Garut, Jawa Barat, daging babi hutan kaya lemak jenuh dan kolesterol yang dapat menyebabkan tekanan darah naik.

Hal serupa juga terungkap pada penelitian Dr Grace Debbie Kandau dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Dalam riset itu disebutkan, daging babi hutan termasuk salah satu makanan paling berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK).

Menurut periset di Politeknik Kesehatan Semarang, Jawa Tengah, Muflihah Isnawati, selain konsumsi makanan berlemak dan garam, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah seperti merokok, konsumsi alkohol berlebih, obesitas, stres, kurang asupan kalium dan serat, serta jarang berolahraga.

Seiring bertambah usia, peluang munculnya hipertensi semakin besar. “Semakin tua seseorang, struktur pembuluh darahnya pun mengalami perubahan,” ujar Muflihah. Selain itu, kehamilan juga diduga dapat memicu naiknya tekanan darah pada sebagian orang. Kondisi seperti itu disebut pregnancy induced hypertension seperti yang pernah dialami Maria.

Stroke

Menurut dr Yuda Turana SpS, hipertensi adalah pemicu utama stroke, terutama stroke sumbatan. Jika tekanan darah seseorang sangat tinggi, serangan stroke umum mengikuti. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan stroke akibat hipertensi dapat diminimalisir asalkan diterapi aktif.

Stroke terjadi karena asupan oksigen dan nutrien ke otak terhambat sehingga sel otak mati. Naiknya tekanan darah tak terkendali menimbulkan stroke karena merusak dan melemahkan pembuluh darah otak. Dampaknya pembuluh darah menyempit, sobek, atau bocor. Tekanan darah tinggi juga dapat memicu terbentuknya gumpalan darah di arteri yang menyumbat aliran darah ke otak dan berujung stroke.

Berdasarkan data Bethesda Stroke Center, semakin tinggi tekanan darah makin tinggi pula risiko terserang stroke. Kenaikan kadar kolesterol darah juga dapat meningkatkan risiko stroke. Angka stroke meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol di atas 240 mg/dl. Tiap kenaikan kolesterol 38,7 mg/dl, maka potensi terserang stroke meningkat 25%. Namun, kenaikan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik 1 mmol setara 38,7 mg/dl menurunkan risiko stroke 47%.

Gejala stroke antara lain, mati rasa atau tiba-tiba merasa lemah di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh saja. Gejala lain yaitu pandangan tiba-tiba buram, sulit berbicara, bingung, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan. Gejala-gejala itu bervariasi tergantung jenis stroke yang dialami - sumbatan atau pendarahan, lokasi stroke serta tingkat keparahannya.

Stroke juga dapat terjadi tiba-tiba maupun bertahap selama beberapa jam dengan gejala awal tubuh terasa lemas diikuti tangan atau kaki yang tak bisa digerakkan. Celakanya, sebagian orang menganggap sepele gejala stroke ringan dan salah mengartikannya dengan gejala penuaan.

Obat tradisional

Meski didiagnosis stroke, Maria memilih menjalani perawatan di rumah dengan pengobatan tradisional dan terapi akupuntur. Namun, belum sampai sepekan, tubuh Maria justru semakin lemas dan sulit digerakkan. Akibatnya, Maria hanya terbaring lunglai di tempat tidur. Kondisi itu membuat Thufatex membawa Maria ke rumah sakit. Di sana pemeriksaan yang dilakukan lebih lengkap meliputi tekanan darah, kadar kolesterol darah, computed tomography (CT) scan, hingga kondisi ginjal dan hatinya.

Beruntung organ otak, ginjal, dan hati Maria setelah diperiksa dalam kondisi baik, meski stroke tak selalu terdeteksi melalui CT scan. Pada beberapa kasus, otak yang mengalami stroke belum terlihat abnormal pada beberapa jam awal pascaserangan. Kasus lain, daerah otak yang terkena stroke terlalu kecil sehingga sulit terlihat saat dipindai dengan sinar X itu. Stroke di daerah yang tak dapat terlihat melalui CT scan, misalnya cerebellum, juga memungkinkan tak terdeteksi. Untuk mendapat hasil lebih akurat perlu pemeriksaan dengan metode magnetic resonance imaging (MRI).

Menurut Thufatex, dokter selanjutnya memberikan 3 macam obat. “Yang saya ingat ada obat saraf dan obat penurun tekanan darah yang diminum 2 kali sehari,” ujar Thufatex. Maria pun menjalani perawatan di rumah sakit selama 3 hari.

Kulit manggis

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, tampak sedikit perbaikan. Tubuh Maria lebih bertenaga, tetapi tangannya tetap tak dapat digerakkan. Tekanan darahnya pun masih tinggi, mencapai 210 mg/dl. Ketika beragam cara telah dicoba itulah Thufatex akhirnya teringat pada jus kulit manggis.

Pria 49 tahun itu tengah rutin mengonsumsi jus kulit manggis karena sering merasa nyeri di dada dan persendian. “Saya minum rutin sejak awal 2011 atas saran seorang rekan. Mengapa tidak saya coba untuk stroke?” ujarnya. Ia pun membeli 1 dus jus kulit manggis terdiri atas 6 botol. Maria mengonsumsi 2 sloki setara 30 ml jus Garcinia mangostana tiga kali sehari. Baru 4 hari mengonsumsi, Maria mulai bisa bangun dan duduk. Ia mampu menggerakkan kakinya yang lemah.

Setelah 24 hari mengonsumsi terjadi kemajuan besar. “Saya sudah kuat berjalan dan tangan saya pun mulai dapat digerakan sedikit-sedikit,” ujar Maria.

Berdasar penelitian Hasyim As’ari SKep Ns MKed, kulit manggis memiliki efek antihiperkolesterolemia. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, itu menguji coba ekstrak kulit manggis pada tikus putih jantan umur 3 - 4 minggu yang diinduksi MDTL, senyawa pemicu hiperkolesterolemia.

Pemberian ekstrak kulit manggis selama 7 hari itu membuktikan bahwa ekstrak kulit mangostan berbagai dosis dapat menurunkan kadar kolesterol total dan low density lipoprotein LDL atau kolesterol jahat serum tikus. Tikus yang diberi ekstrak kulit manggis 50 mg per kg bobot tubuh dan 150 mg/kg BB, juga menunjukkan peningkatan kadar HDL.

Menurut Hasyim, penurunan kadar kolesterol itu terkait dengan mangostin, salah satu senyawa xanthone di kulit manggis. “Mangostin menghambat pelepasan prostaglandin E,” ujar Hasyim. Prostaglandin E berperan menghambat sintesis cAMP yang ujung-ujungnya menurunkan proses lipolisis atau pemecahan lemak. Pendek kata dengan penurunan lipolisis kadar very low denstity lipoprotein VLDL dan intermediate density lipoprotein IDL turun. Akibatnya, kadar LDL dalam sirkulasi darah pun turun. Menurut American Stroke Association (ASA), penurunan kadar kolesterol dalam darah menurunkan risiko stroke lanjutan pada penderita stroke ringan.

Para peneliti di Departemen Farmakologi dan Toksikologi, Medical University School, Janczewskiego, Polandia, Rajtar Grazyna dan rekan membuktikan 5 senyawa turunan xanthone menghambat pembentukan gumpalan darah. Senyawa-senyawa itu menghalangi bersatunya lempengan-lempengan darah yang diinduksi oleh trombin sehingga mencegah gumpalan darah. Jika pembentukan gumpalan darah dapat tercegah, risiko stroke pun berkurang.

Riset Wang Li Wen dan para peneliti dari berbagai universitas di Taiwan, beberapa senyawa turunan xanthone terbukti bersifat antihipertensif alias menurunkan tekanan darah dan memiliki efek vasorelaksasi atau menurunkan tekanan pada pembuluh darah. Pengalaman Maria mengonsumsi jus kulit manggis selama hampir sebulan juga membuktikan hal itu. “Tekanan darah saya turun menjadi sekitar 170 - 180 mmHg,” ujarnya bahagia. (Tri Susanti/ Peliput: Desi Sayyidati Rahimah & Faiz Yajri)

Manggis Versus Sirosis

hal 22 25 13 200 200 Manggis Versus Sirosis hal 22 25 6 200 200 Manggis Versus Sirosis hal 22 25 3 200 200 Manggis Versus Sirosis

Asmawati pasrah saat suaminya, Doyot Sudrajat, terbaring lemah di rumahsakit. Mereka menempuh beragam cara pengobatan selama 6 bulan, hasilnya nihil.

Suhu tubuh Doyot lebih dari 400C, tetapi ia menggigil kedinginan sejak Februari 2011. Keringat mengalir deras membanjiri sekujur tubuh. Ia harus berganti baju 3 kali sehari. Kondisi ayah 5 anak itu makin memburuk meski 2 pekan dirawat intensif. “Kesadarannya menurun. Kalau ada yang mengajak bicara malah menjawab seperti meracau,” ujar Asmawati.

Bahkan, Doyot sering mengamuk sambil berteriak seperti hilang kesadaran. Oleh karena itu Asmawati akhirnya membawa pulang sang suami karena kondisinya tak kunjung membaik. Ia berniat merawat suami yang mengidap abses di rumah. Abses merupakan infeksi yang menimbulkan nanah di hati. Penyebab abses hati adalah infeksi oleh bakteri, parasit, cendawan, dan nekrosis akibat kerusakan sel secara akut.

Biasanya infeksi itu berawal dari sistem pencernaan. Infeksi bisa sampai ke hati melalui kandung kemih, perut, dan bagian tubuh lain yang terinfeksi. Kemudian infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh karena terbawa aliran darah. Pasien yang terkena infeksi hati biasanya demam tinggi, menggigil, nafsu makan berkurang, mual, lemah, berkeringat, dan nyeri di perut, persis seperti yang dialami Doyot selama ini.

Sirosis, lalu kanker

Atas saran kerabat, Asmawati akhirnya menemui dokter sekaligus herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir. Paulus mendiagnosis abses hati di tubuh Doyot menyebabkan sirosis alias pengerasan jaringan hati. Akibatnya, fungsi hati tidak optimal. “Hati berperan menetralkan racun di tubuh. Jika tidak berfungsi optimal, sebagian besar racun tidak ternetralisir dan menyebar ke seluruh tubuh,” ujar dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu.

Menurut Paulus, sirosis kini menjadi ancaman serius karena prevalensi terus meningkat. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan, jumlah penderita sirosis di dunia pada 2000 mencapai 170-juta orang atau 3% dari jumlah penduduk dunia. Jumlah itu terus bertambah 3-juta - 4-juta pasien setiap tahun. Pada 2003 prevalensi sirosis hati di Indonesia 1 - 2,4%.

Jumlah penderita sirosis terus bertambah seiring meningkatnya pasien penyakit akibat infeksi hati seperti hepatitis C. “Pasien hepatitis C mengalami infeksi virus yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya,” ujar Paulus. Penyebab lain, infeksi aflatoksin yang disebarkan cendawan Aspergilus flavus. Kebiasaan buruk mengonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya, makan berlemak tinggi seperti gorengan, juga dapat menyebabkan sirosis karena memicu hati bekerja ekstrakeras.

“Jika sirosis tidak dikendalikan dengan benar dapat menyebabkan kanker hati,” ujar Paulus. Jika sudah menjadi kanker, hati pasien hampir tidak berfungsi. Oleh karena itu racun dengan mudah menjalar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Contohnya bilirubin yang merupakan hasil akhir penguraian sel darah merah yang sudah mati. Hati mestinya menyaring bilirubin, lalu mengeluarkan melalui feses.

Namun, karena hati rusak, maka bilirubin tidak tersaring dan akhirnya bercampur dengan darah. Akibatnya, seluruh tubuh pasien kanker hati menjadi kuning yang berasal dari warna bilirubin. Bagian tubuh yang paling jelas terlihat kuning biasanya telapak tangan dan kaki, serta mata.

Kulit manggis

Untuk mengobati penyakit Doyot, Paulus memberikan ramuan yang terbuat dari ekstrak kulit manggis, temulawak, kunyit, daun sukun, dan akar bambu kuning - semua dalam bentuk kapsul. Ia memberikan ramuan majemuk karena masing-masing herbal memiliki peran berbeda. Menurut Paulus, dalam ramuan itu kulit manggis berperan sebagai superantioksidan. Antioksidan tinggi memacu regenerasi sel untuk menggantikan sel-sel hati yang rusak.

Doyot disiplin mengonsumsi masing-masing 3 kapsul 3 kali sehari. Selain itu Doyot juga mengonsumsi herbal rebusan berupa simplisia pegagan, kumis kucing, lidah buaya, dan bunga sepatu. Pegagan untuk mengatasi radang, sedangkan kumis kucing memperlancar berkemih untuk memperbaiki kerja ginjal. Seluruh herbal itu berpadu untuk mengeluarkan racun. ”Semakin banyak racun dibuang, kerja lever semakin ringan,” ujar Paulus. Doyot merebus seluruh herbal itu dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring rebusan herbal lalu minum air rebusan 3 kali sehari.

Sepekan setelah rutin mengonsumsi herbal itu, ia merasakan perubahan signifikan, suhu tubuh normal sehingga berhenti menggigil. Selain itu muncul nafsu makan. Setelah 1,5 bulan mengonsumsi ramuan itu, kondisi tubuh Doyot makin membaik. Bobot tubuh yang semula 45 kg, kini naik menjadi 57 kg. Ia juga dapat kembali berjalan kaki. Saat Trubus berkunjung ke kediamannya pada 15 Oktober 2011, Doyot tengah asik menyiram tanaman di halaman rumah. Sebelumnya aktivitas ringan seperti itu saja tak sanggup ia lakukan.

Untuk memastikan kondisi tubuhnya membaik, Doyot kembali memeriksakan diri pada 12 Oktober 2011. ”Dokter yang dulu menangani saya sampai geleng-geleng kepala karena kagum dengan kesembuhan saya,” ujar polisi itu. Kini Doyot menghindari konsumsi gorengan, makanan pedas, asam, dan bersantan untuk menjaga kondisi hatinya tetap stabil. Ia juga menghentikan kebiasaan merokok yang telah membuatnya kecanduan selama 28 tahun.

Doyot juga menghindari konsumsi kurma, mangga, duku, rambutan, leci, lengkeng, buah naga, kiwi, matoa, plum, dan stroberi. Menurut Paulus konsumsi buah-buahan itu berefek antagonis sehingga dapat mengurangi khasiat antioksidan kulit manggis. Paulus juga menyarankan untuk menghindari konsumsi sayuran tertentu seperti lobak, kol, brokoli, bunga kol, petai, dan jengkol. Menurut Paulus herbal tertentu seperti tapak dara, buah merah, kelor, dan kapulaga juga mengurangi khasiat kulit manggis.

Terbukti ilmiah

Kesembuhan Doyot bukan kebetulan belaka. Riset ilmiah Chi Kuan Ho dari Rumahsakit Veteran, Taipeh, Taiwan, membuktikan bahwa kulit manggis memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker hati. Kulit manggis mencegah sirosis berkembang menjadi kanker hati. Senyawa aktif yang berperan melawan sel kanker adalah garcinone E yang merupakan salah satu turunan xanthone dalam kulit manggis.

Periset itu menguji kulit manggis secara praklinis pada sel kanker yang diambil dari jaringan hati, paru-paru, dan perut. Mereka lalu membandingkan garcinone E dalam kulit manggis dengan beberapa obat kemoterapi komersial. Hasil penelitian menunjukkan, garcinone E memiliki angka LD50 mencapai 0,5 - 5,4 µm. Artinya, dosis sekecil itu mampu membunuh 50% sel kanker hati. Semakin rendah angka LD50 (lethal dosage) maka daya bunuh terhadap sel kanker hati makin tinggi. Angka LD50 garcinone E lebih rendah alias lebih ampuh ketimbang obat kemoterapi komersial.

Kulit manggis juga berperan sebagai antibakteri. Anggota staf pengajar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, dan rekan membuktikan kulit manggis Garcinia mangostana memiliki aktivitas antimikrob. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mangostin - senyawa aktif hasil isolasi dari ekstrak kulit manggis menggunakan pelarut heksana - dalam berbagai dosis dapat menghambat pertumbuhan 3 jenis bakteri penyebab diare: Shigella flexneri, Salmonella typhi, dan Escherichia coli. Dari berbagai dosis itu efek penghambatan paling tinggi adalah pada konsentrasi 10 mg/l.

Adapun rimpang temulawak dan kunyit berperan sebagai pelindung hati alias hepatoprotektor dengan menetralkan racun dan radikal bebas. Sementara daun sukun dan akar bambu berperan sebagai antiinflamasi. Beragam herbal, termasuk kulit manggis di dalamnya, bahu-membahu melawan sirosis hati yang bercokol di tubuh Doyot. (Desi Sayyidati Rahimah)

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT. ======= Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com DETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.com UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id ======= xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln =======

Ratu Pengusir Osteoartritis

hal 18 21 8 200 200 Ratu Pengusir Osteoartritis hal 18 21 5 200 200 Ratu Pengusir Osteoartritis hal 18 21 4 200 200 Ratu Pengusir Osteoartritis

Pada hari bahagia itu, Dian Agrianti justru berduka. Hari bahagia itu datang ketika ia melahirkan bayi laki-laki, Javas Izdihar Setyadi, yang kehadirannya ditunggu selama 13 tahun. Ia juga bersedih karena lemah dan tidak mampu berdiri untuk merawat buah hatinya.

Air mata menderas dari kedua pelupuk mata Dian Agrianti. Perempuan 41 tahun itu hanya bisa menatap wajah Javas yang terlelap di sisinya. Soal ketidakmampuan berdiri itu sebetulnya telah memberi isyarat pada Maret 2010. Saat itu Dian hamil lima bulan dan mesti istirahat total di rumahsakit karena kondisinya lemah. Artinya hingga hari persalinan pada pada 28 Juli 2010 - total selama 120 hari - ia menginap di sebuah rumahsakit di Jakarta.

Setelah melahirkan ia justru merasakan nyeri dan linu di sendi lutut. Perempuan yang menjalani program bayi tabung itu tak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. Jangankan merawat sang buah hati, memenuhi keperluan sendiri pun ia tak mampu. Betapa tidak, ke mana pun beranjak, Dian yang duduk di kursi roda itu sangat tergantung pada orang lain. Keadaan itu mendorong keluarga memeriksakan Dian di bagian ortopedi.

Hasil rontgen memperlihatkan guratan-guratan halus dan penyempitan pada sendi lutut. Biang keladi nyeri di lutut Dian adalah osteoartritis sebagaimana diagnosis dokter di salah satu rumah sakit di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Dr dr Lukman Shebubakar SpOT, dokter spesialis ortopedi di Rumahsakit Fatmawati, Jakarta Selatan, osteoartritis merupakan penyakit akibat kemunduran kualitas kartilago atau jaringan rawan sendi yang terdapat di sendi tubuh.

Ancam perempuan

Lukman Shebubakar mengatakan osteoartritis bersifat lokal - hanya di bagian sendi yang sakit - dan muncul tanpa efek sistemik seperti demam, penurunan hemoglobin, atau keluhan dari organ tubuh lain. Hasil riset K Nanchahal dari Bristol University, Inggris, mengemukakan bahwa sendi lutut merupakan lokasi yang paling sering terserang osteoartritis dibandingkan sendi lain.

Di sendi lutut banyak terdapat beragam komponen seperti jaringan dan otot yang saling berkaitan. Meniskus alias bantalan sendi melindungi kartilago alias rawan sendi yang terdapat di ujung tulang. Peran meniskus meredam tekanan saat tulang bergerak. “Tulang rawan itu sifatnya kenyal dan licin seperti jeli. Sebab, 65 - 80% kandungan di dalamnya adalah air, sisanya kolagen, proteoglikan, dan kandungan lain,” kata Lukman.

Seiring bertambahnya umur, kadar air dalam rawan sendi pun menyusut sehingga jaringan tak lagi kenyal. Akibatnya, jaringan rentan mengalami kerusakan. Osteoartritis termasuk penyakit degeneratif sehingga kerap terjadi pada manusia lanjut usia yang mengalami penurunan kualitas pada sendi lutut. Selain faktor usia, inflamasi alias peradangan akibat kegemukan, aktivitas sendi berlebihan, dan bentuk lutut abnormal - berbentuk huruf O atau X - juga memicu osteoartritis.

Penyebab lain ialah trauma akibat kecelakaan serta faktor genetik alias keturunan. “Deteksi dini penyakit ini mudah saja. Bila sendi terasa sakit dan nyeri terutama saat berjalan, sendi terasa kaku, serta adanya bunyi di area sendi, maka harus segera diperiksa. Apalagi jika pasien sudah lanjut usia,” tutur Lukman. Badan Kesehatan Dunia mencatat, 8,1% atau 19.300.000 jiwa penduduk Indonesia mengalami osteoartritis.

Hasil Riset Kesehatan Dasar pada 2007 juga menyatakan prevalensi osteoartritis di Indonesia mencapai 30,3%. Survei Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2006 mengenai penyakit perkotaan menemukan adanya keluhan nyeri sendi pada 66,9% penduduk di Jakarta yang saat ini mencapai 10-juta jiwa, keluhan terbanyak adalah sendi lutut (26,6%).

“Perkembangan penyakit osteoartritis terjadi secara perlahan. Biasanya keluhan mulai timbul saat usia menginjak 40 tahun dan paling banyak pada usia di atas 60 tahun. Penderitanya didominasi oleh kaum perempuan,” tutur dokter bedah ortopedi alumnus Universitas Indonesia itu. Pada kasus Dian, osteoartritis stadium awal terjadi pada usia 41 tahun.

Kulit manggis

Untuk mengatasi osteoartritis, Dian rutin menjalani terapi pemberian panas dan injeksi cairan sendi di lutut. Ibu satu anak itu juga mengonsumsi obat untuk penahan sakit akibat radang sendi. Dian menjalani 10 kali injeksi cairan sendi masing-masing di lutut kanan dan kiri selama 4 bulan usai persalinan. Menurut Dr dr Lukman Shebubakar Sp OT, larutan itu mengandung asam hyaluronat.

Sebab, penderita osteoartritis mengalami penurunan konsentrasi cairan sendi sehingga harus ditambah konsentrasinya dengan asam hyaluronat itu. Asam hyaluronat memang terkandung di dalam komposisi biokimia rawan sendi. Perannya mirip “oli” bagi tulang sehingga mencegah radang. Terapi pemanasan dan fisioterapi berguna melemaskan otot-otot di sendinya yang kaku.

Setelah berobat, kondisi Dian mulai pulih. Ia mampu berjalan, meski tertatih-tatih. Namun, 6 bulan berselang setelah Dian menghentikan injeksi cairan sendi, linu dan nyeri lutut muncul lagi. Terapi panas yang tetap rutin dilakukan tiap bulan sekali memang ampuh mengurangi rasa sakit. Namun, “Efeknya hanya bertahan sebentar. Setelah itu nyeri lagi,” ujar Dian.

Perempuan itu hampir putus asa menghadapi penyakit radang sendi. Ketika itulah ia menemukan sebuah brosur tentang jus manggis di garasi rumahnya. Semangat Dian kembali berkobar-kobar ketika membaca bahwa jus manggis mampu memulihkan penyakit osteoartritis. Itulah sebabnya Dian rutin mengonsumsi 2 sendok takar jus manggis dua kali sehari mulai Mei 2011. Sejak mengonsumsi jus manggis, mantan sekretaris itu menghentikan penyuntikkan larutan di lutut. Namun, Dian tetap menjalani terapi pemanasan.

Setelah mengonsumsi 3 botol jus manggis - masing-masing bervolume 350 ml - rasa nyeri di lutut mereda. Dian merasa tubuh terasa lebih fit, mampu menekuk lutut, dan nyeri saat berjalan pun hilang. Oleh karena itu pada Agustus 2011 ia menghentikan terapi panas karena kondisi membaik, tetapi tetap minum jus kulit manggis. Ketika wartawan Trubus berkunjung rumahnya di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Dian leluasa menggendong Javas, membuatkan teh manis, dan menghidangkannya.

“Sekarang saya bisa bermain dan menggendong Javas, tanpa merasa sakit lagi,” ujar Dian. Ia berencana untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa lututnya sudah pulih, “Mudah-mudahan hasil pemeriksaan nanti juga membaik dan sesuai harapan,” kata Dian.

Multifungsi

Kulit manggis berkhasiat mengatasi osteoartritis? Begitulah bukti empiris Dian Agrianti yang diperkuat riset N Pongphasuk dan rekan dalam jurnal Acta Hort. Pongphasuk membuktikan bahwa 5 g ekstrak kulit manggis per kg bobot tubuh, mampu menghambat 45% peradangan. Joseph Schwager membuktikan ekstrak alfamangostin dari kulit manggis yang sohor sebagai ratu buah itu membantu proses pembentukan dan menghambat perombakan sel-sel di tulang rawan di sendi lutut.

Ia meriset secara in vitro terhadap sel-sel artikulasi atau sambungan di lutut manusia normal. Schwager memberikan alfamangostin berdosis 6,25 µM dan 12,5 µM terhadap gen kolagen I, kolagen II, dan aggrecan - pengekspresi gen penyusun kartilago. Selain itu, ia juga memberikan ekstrak itu pada gen MMP-3 dan MMP-13 yang berperan besar dalam merombak matrik ekstraseluler dalam degradasi kartilago.

Pemberian alfamangostin terbukti mengurangi ekspresi gen yang mendegradasi kartilago pada MMP-3 dan MMP-13. Ekstrak alfamangostin juga menstimulasi ekspresi beberapa asosiasi gen penyusun kartilago (kolagen I, kolagen II, dan aggrecan). Itu menunjukkan bahwa alfamangostin mencegah degradasi kartilago dan membantu meregenerasi jaringan kartilago alias tulang rawan. (Tri Istianingsih)

Konsumsi jus kulit manggis meredakan nyeri sendi akibat osteooartritis

Dr dr Lukman Shebubakar SpOT, osteoartritis banyak diderita kaum perempuan dan manula

Jaringan tulang rawan terdiri atas sel-sel kondrosit. Di dalam kondrosit berlangsung reaksi sintesis dan sekresi matrik ekstraseluler. Ekstrak α-mangostin terbukti mampu menghambat perombakan matrik ekstraseluler serta menstimulasi ekspresi beberapa asosiasi gen penyusun kartilago seperti kolagen yang terdiri atas kolagen I dan kolagen II serta aggrecan sehingga membantu meregenerasi jaringan tulang rawan.

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT.

=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

8 Abad jadi Obat

xamthoneplusbmg1 3 8 Abad jadi Obat jus%2Bmanggis%2B1 8 Abad jadi Obat jus%2Bmanggis 8 Abad jadi Obat

French paradoks, itulah istilah populer di kalangan ahli gizi tentang kebiasaan orang Perancis meminum red wine. Masyarakat di negara mode itu terkenal sebagai pengonsumsi lemak tertinggi dibanding penduduk Eropa lain. Namun, prevalensi terkena penyakit jantung justru paling rendah. Fenomena itu diteliti dengan saksama sampai akhirnya muncul kesimpulan: kebiasaan masyarakat Perancis duduk-duduk di kafé sambil minum red wine menjadi penyebab lunturnya risiko serangan jantung, walaupun konsumsi lemak berlimpah.

R

ed wine menjadi penyelamat lantaran mengandung polifenol. Senyawa yang banyak terkandung di aneka buah-buahan, seperti blueberry, blackberry, apel, melon, pir, dan anggur itu memiliki aktivitas antioksidan yang berperan melenturkan arteri jantung. Alkohol memang melenturkan arteri, tetap tidak sebanyak kombinasi alkohol dan polifenol, seperti yang ada di red wine.

French paradoks itu berlawanan arah dengan cerita kulit manggis Garcinia mangostana. Red wine di Perancis menjadi menu minum sehari-hari sejak zaman dahulu, sehingga peminumnya merasakan dampaknya secara langsung. Sementara manggis—di beberapa sentra penanaman—selama berada-abad dan sampai sekarang, hanya dikenal sebagai buah segar. Kulit buahnya terbuang percuma, padahal kulit itu mengandung polifenol seperti pada red wine. Ia pun sanggup melenturkan arteri jantung.

Namun, manfaat itu terpendam tak berguna selama ratusan tahun. Zaman dahulu di China kulit manggis kadang-kadang dimanfaatkan sebagai obat diare. Itu jelas tidak sebanding dengan khasiatnya yang luar biasa: petarung tangguh untuk melawan kanker, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan sejumlah penyakit degeneratif lain.

Jasa Iinuma

Dunia pengobatan China yang sudah berusia ribuan tahun menjadi pelopor pemakaian kulit manggis untuk menangkal penyakit tertentu. Di Thailand dan Filipina, kulit manggis lazim digunakan untuk mengobati disentri dan infeksi kulit. Di Karibia dan Amerika Latin, teh buah manggis dikonsumsi sebagai pembangkit stamina; di Brazil, untuk mengatasi masalah pencernaan. Masyarakat India memakai tepung kulit manggis kering untuk mengatasi disentri, luka luar, luka bernanah, dan mag.

Penduduk Jepang mengenal daun dan kulit batang manggis sebagai herbal berefek antiinflamasi. Dia kerap dipakai untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lain seperti psoriasis. Di Venezuela, kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.

Laurent Garcin, penjelajah hutan berkebangsaaan Perancis yang memberi nama Garcinia mangostana pada abad ke-16, mungkin tidak menduga temuannya memiliki manfaat lebih hebat daripada pengetahuan zaman kuno itu. Semua bermula pada April 1993 saat Munekazu Iinuma mengumpulkan kulit manggis dari berbagai sentra di Indonesia. Kulit manggis itu kemudian diterbangkan ke Gifu Pharmaceutical University, Jepang.

Di sana, oleh Kenji Matsumoto dan kawan-kawan, termasuk Munekazu Iinuma, sejumlah 2,7 kg kulit buah manggis kering diekstrak dengan heksana, benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan xanthone: a-mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.

Selanjutnya mereka mengambil sejumlah sel penyebab leukemia, seperti HL60, K562, NB4, dan U937 dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel kanker penyebab leukemia itu dikulturkan, kemudian senyawa-senyawa xanthone dilarutkan dalam kultur itu. Hasilnya terbukti bahwa a-mangostin memicu proses apoptosis sel leukemia.

Hasil penelitian Kenji Matsumoto itu seakan-akan menjadi pemicu perhatian ilmuwan dunia pada manggis. Lima bulan setelah penelitian Kenji Matsumoto, di Swiss ada penelitian yang membuktikan, xanthone ampuh mengatasi depresi. Berikutnya susul-menyusul penelitian di berbagai negara yang hasilnya saling menguatkan efek xanthone sebagai obat. Di Taiwan, misalnya, pada Mei 1996 dilakukan 2 penelitian yang berbeda. Satu penelitian membuktikan khasiat xanthone mengatasi depresi; penelitian lain, antikanker.

Tiga penelitian berikut dilakukan di Kaohsiung dan Taipei, Taiwan, serta Oregon, Amerika Serikat pada kurun 1996—1997. Hasilnya lain lagi: penelitian di Kaohsiung membuktikan senyawa xanthone antithrombotik, sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung dan stroke. Xanthone melenturkan pembuluh darah ke jantung, penting untuk penderita penyakit jantung.

Di Oregon, xanthone ampuh untuk malaria. Selanjutnya, pada kurun 1997—2004, tercatat minimal 24 penelitian tentang xanthone pada kulit manggis dilakukan di berbagai penjuru dunia. Hasilnya beragam, antara lain bermanfaat mengatasi diabetes mellitus, arthritis, kanker payudara, dan tuberkulosis.

Tangkal penyakit modern

Kehebatan kulit manggis pun tidak luput dari perhatian peneliti di Indonesia. Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini memiliki struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat stabil. Di alam ada 200 jenis xanthone, sejumlah 50 di antaranya ditemukan di kulit manggis.

Yang paling banyak memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama penumpas sel kanker ialah alfamangostin dan garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

Mangostin bersama dengan gammamangostin berperan sebagai antioksidan yang sanggup mencegah aktivitas HIV-1. Kekebalan tubuh meningkat berkat antioksidan itu, maka virus penyebab HIV/AIDS pun terhambat perkembangannya. Xanthone pada kulit manggis memiliki antioksidan tingkat tinggi. Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk. Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang efektif mengikat radikal bebas penyebab rusaknya sel tubuh. Istimewanya, nilai gugus hidroksida pada xanthone besar sekali, 17.000—20.000, Padahal nilai oxygen radical ansorbance capacity (ORAC) sumber antioksidan lain, misal anggur, hanya 1.100.

Bagi penderita penyakit jantung, temuan manfaat farmakologis kulit buah manggis bagaikan munculnya secercah cahaya di kegelapan. Betapa tidak, penyakit jantung yang memerlukan biaya relatif mahal jika ditanggulangi secara kedokteran modern, ternyata dapat diatasi oleh kulit buah manggis. Hasil penelitian Dachriyanus dari jurusan Farmasi Universitas Andalas menunjukkan, ekstrak kulit buah manggis menurunkan kadar kolesterol mencit pada berbagai dosis. Penyebabnya, alfamangostin meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase untuk menghidrolisis low density lipoprotein menjadi asam lemak dan gliserol. Kadar LDL turun, HDL meningkat. Selain itu, pembuluh darah pun kian lentur.

Sebagai antioksidan tingkat tinggi, xanthone dari kulit manggis meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol serangan penyakit degeneratif, seperti artritis, osteoartristis, aterosklerosis, trombosis, dan hipertensi. Sebagai buah yang mengandung senyawa antialergi, kulit buah manggis cocok untuk menangkal aneka alergi. Tercatat pula diabetes mellitus, parkinson, alzheimer, migrain, depresi sebagai penyakit yang dapat ditanggulangi oleh kulit buah manggis.

Seduh sendiri

Manfaat farmakologi kulit buah manggis tampak terlalu banyak, tetapi itulah hasil penelitian yang dilakukan berbagai institusi di 12 negara, 4 benua. Testimoni kesembuhan penyakit gara-gara minum jus kulit buah manggis bertebaran di dunia maya. Manggis panasea ajaib penakluk penyakit maut. Pantas jika di daerah Karibia dia disebut The Food of God.

Di pasar kini beredar aneka merek jus kulit buah manggis. Toh, sebenarnya khasiat kulit buah manggis dapat dipetik dengan cara mengolah sendiri. Caranya sederhana: cuci bersih kulit buah, kemudian potong kulit 2 butir buah. Selanjutnya potongan direbus dalam 4 gelas air, sehingga tersisa 2 gelas. Air rebusan tersaring itulah yang diminum secara rutin 2—3 kali sehari.

Resep sederhana yang dikemukakan Prof Dr Sidik Apt, guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran itu bisa dikembangkan lagi, meniru cara para herbalis. Kulit buah manggis dicuci, dipotong-potong, kemudian dijemur sampai kering, sebelum ditumbuk halus menjadi serbuk.

Lantas, buah manggis seperti apa yang layak dikonsumsi sebagai obat tradisional? Buah matang boleh, buah setengah matang tidak menjadi masalah, buah mentah pun bisa dijadikan seduhan. Demikian juga buah yang tidak lolos sortiran untuk dijual sebagai buah meja pun bisa dimanfaatkan. Sejak buah berumur satu bulan setelah bunga mekar, kulit manggis sudah mengandung xanthone. Jadi, segera manfaatkan kulit buah manggis yang selama ini terbuang percuma, agar muncul mangostin paradoks, seperti yang terjadi di Perancis dengan red wine dan french paradox. (Onny Untung)

  1. Khasiat kulit manggis bisa didapat dengan cara merebus kulit dan meminum air rebusannya
  2. Selama ratusan tahun sekadar buah segar, tidak ada pemanfaatan sebagai herbal
  3. Sejak umur 1 bulan pascabunga mekar, kulit manggis sudah mengandung xanthon
  4. Struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap membuat xanthon sangat stabil

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT.

=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com DETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln

Berjasa Sedari Muda

Belanja Online dan Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamslimer.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
Xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati KANKER PARU - PARU DAN PARU - PARU,,ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
============

Empatpuluh persen buah manggis muda yang gugur itu sumber xanthone yang terbuang.

GJ Kartika dari Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, mengamati, di sentra penanaman manggis di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, tingkat kejadian bunga menjadi buah-fruitset-mencapai 91,14%. Namun, kebanyakan buah pentil kemudian gugur hingga 41,05%.

Buah-buah muda berkulit hijau muda segar itu dibiarkan berserak di kebun. Paling banter dikumpulkan dan dipendam sebagai sumber hara organik, bersama buah-buah hasil panen tapi tak lolos sortir untuk pasar ekspor. Padahal riset Dr Ani Kurniawati menunjukkan buah-buah muda itu justru kaya xanthone.

Kulit hijau

Dalam riset sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar doktor pada Program Studi Agronomi, Faperta, IPB, itu terbukti xanthone pada kulit manggis sudah terbentuk sejak buah berumur satu bulan setelah bunga mekar (BSA). Pada umur satu BSA kadar xanthone sebesar 14,67 mg/g. Selanjutnya hingga umur empat BSA-saat buah dipanen-kandungan xanthone relatif sama (lihat ilustrasi).

Kadar xanthone justru meningkat hingga 4 minggu buah disimpan. Ani menduga peningkatan itu terkait perubahan kimiawi dalam buah terkait proses respirasi. Xanthone berperan sebagai antioksidan yang bertugas mengimbangi peningkatan radikal bebas karena adanya respirasi pada masa penyimpanan buah. Berbagai kualitas fisik buah (besar, kecil, mulus, bergetah, burik) tidak mempengaruhi kadar xanthone hasil ekstraksi kulit manggis kering. “Itu berita baik karena buah dengan kualitas buruk sekalipun masih dapat dimanfaatkan,” tutur dosen mata kuliah Tanaman Obat, Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB itu kepada Tri Istianingsih, wartawan Trubus.

Riset itu juga mengungkap kandungan xanthone pada kulit manggis dari lima sentra di tanahair: Wanayasa (Purwakarta), Watulimo (Trenggalek), Kaligesing (Purworejo), Puspahiang (Tasikmalaya), dan Leuwiliang (Bogor) relatif sama. Aktivitas antioksidan tertinggi sebagai penangkap radikal bebas tercatat pada manggis dari Leuwiliang, Wanayasa, dan Kaligesing diikuti Puspahiang dan Watulimo.

Itu tergambar dari angka IC50, yaitu konsentrasi ekstrak yang menghasilkan 50% penghambatan berturut-turut sebesar 11,85 ppm, 12,21 ppm, 13,70 ppm, 14,61 ppm, dan 21,78 ppm dengan pengukuran menggunakan metode radical scavenging. Metode itu mengukur kapasitas ekstrak kulit manggis terhadap penangkapan radikal bebas 2,2-difinil-1-pikrilhidasil (DPPH). Semakin kecil angka IC50semakin baik. Pembanding pada uji ini adalah standar senyawa antiokasidam alfa-tokoferol sebesar 10,43 ppm. Kemampuan menangkap radikal bebas pada buah muda lebih tinggi ketimbang buah tua yaitu 6,31 ppm pada satu BSA dan 6,79 ppm (dua BSA).

Dua keluarga

Xanthone merupakan kelompok senyawa bersifat antioksidan, antibakteri, antifungi, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Antioksidan membantu mengenyahkan radikal bebas, menghambat penuaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengontrol penyakit degeneratif seperti arthritis, sebagai terapi untuk penyakit kardiovaskular semisal hipertensi, penyakit jantung iskemik, dan atherosklerosis alias penyumbatan dalam pembuluh darah. Harap mafhum dengan struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, xanthone sangat stabil dan serbaguna.

Bioflavonoid itu diduga merupakan komponen mekanisme pertahanan tanaman seperti dibuktikan riset pada kultur sel tanaman st john’s wort Hypericum perforatum. Pada riset yang dilaporkan oleh LFR Conceicao dan rekan pada 2006 itu, kandungan xanthone st john’s wort meningkat 12 kali ketika sel diberi perlakuan methyl-jasmonate (MeJ) atau asam salisilat (SA). MeJ senyawa yang mampu menginduksi tanaman menghasilkan berbagai jenis bahan kimia pertahanan tubuh.

Berbagai studi menunjukkan di alam xanthone hanya ditemukan pada dua famili: Clusiaceae dan Gentianaceae. Sebagai contoh senyawa 1,7-dihidroksixanthone, 1,3,6,7-tetrahidroksixanthone, dan 1,3,5,6-tetrahidroksixanthone yang diisolasi dari kulit batang gajah kandis Garcinia griffithii, serta 1,2,5,8-tetrahidroksixanthon yang ditemukan pada akar Swertia chirata alias gentian chirata, tanaman herbal endemik Himalaya.

Dari 200-an xanthone yang diisolasi dari alam, sebanyak 40-50 jenis ditemukan pada manggis Garcinia mangostana. Senyawa itu terdapat pada kulit buah dan biji, kulit batang, daun, serta sebagian kecil di daging buah manggis. Periset di Departemen Kimia, National University of Singapore, mengisolasi senyawa mangoxanthone, xanthones dulxanthones D, 1,3,7-trihidroksi-2-meth-oksixanthone, 1,3,5-trihidroksi-13, 13-dimetil-2H-pyran [7,6-b], dan xanthone-9-one pada inti batang pohon manggis.

“Pemanfaatan kulit manggis untuk produksi xanthone lebih didorong karena ketersediaannya melimpah dan selama ini terbuang,” tutur Prof Dr Roedhy Purwanto, periset di Pusat Kajian Buah Tropika IPB. Roedhy yang juga ketua komisi pembimbing pada riset Ani Kurniawati menyebut sebanyak 30-40% produksi manggis tanahair tidak lolos pasar ekspor maupun lokal. Dari setiap buah sebanyak 70% berupa kulit. Di antara jenis xanthone pada manggis, yang digadang-gadang paling bermanfaat adalah alfa mangostin dan gamma mangostin.

Kandungan beragam senyawa bermanfaat membuat berbagai bagian tanaman manggis dimanfaatkan sebagai herbal sejak lama. Dalam ilmu pengobatan tradisional China, kulit buah yang namanya diambil dari nama penjelajah Perancis Laurent Garcin itu dibuat menjadi salep untuk mengobati eksem.

Masyarakat Filipina merebus daun dan kulit batang sebagai obat penurun panas, diare, disentri, dan sulit berkemih. Bukti ilmiah kini mengerucut pada khasiat xanthone di kulit buah untuk mengatasi beragam penyakit maut seperti jantung, kanker, diabetes, dan HIV/AIDS. Herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati menyarankan pasien tumor dan kanker untuk mengonsumsi seduhan kulit manggis sebagai sumber antioksidan. (Evy Syariefa)

sumber : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5631:berjasa-sedari-muda&catid=81:topik&Itemid=520

Menjemput Khasiat di Kulit

Belanja Online dan Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamslimer.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
Xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati KANKER PARU - PARU DAN PARU - PARU,,ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln

============

Mengharap kadar gula darah turun, Jajat Darojat malah muntah dan diare setelah minum segelas jus kulit manggis.

Jajat Darojat di Bandung, Jawa Barat, minum jus kulit manggis atas saran seorang rekan untuk mengatasi diabetes mellitus. Mula-mula ia ke pasar dan membeli manggis, menyisihkan daging buah, dan memblender kulit dalam segelas air matang. Ternyata kulit manggis itu berbusa dan mengembang seperti minuman soda. Pria 54 tahun itu menambahkan segelas air lagi.

Air itulah yang ia minum tanpa menyaring dahulu. Usai minum, Jajat merasa kembung dan begah. Dua jam berselang ia muntah dan diare. Semalaman ia 8 kali bolak-balik ke peturasan. Menurut Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kulit manggis yang mengembang seperti minuman soda, karena kandungan saponin di dalamnya.

Buah utuh

Riset Ngamsaeng dan Wanapat dari Khon Kaen University, Thailand, kulit manggis memang mengandung tanin dan saponin kental. “Saponin memiliki efek menyamak. Konsumsi saponin menutup pori-pori sel usus,” ujar Lukas. Akibatnya usus kejang dan memicu muntah hingga diare. Herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu menduga saponin terutama terdapat dalam kulit luar manggis yang keras. Oleh karena itu, Lukas menyarankan untuk mengupas kulit luarnya dahulu.

Herbalis yang meresepkan kulit manggis sejak 11 tahun silam itu juga menyarankan menggabungkan kulit dengan buah dan biji jika ingin membuat jus. Alasannya, dalam satu buah biasanya terdapat penawar dari efek samping bagian buah lain. Selain itu, pencampuran itu dapat menghilangkan rasa sepat kulit manggis.

Cara lain mengolah kulit manggis dengan mengukus sebagaimana hasil penelitian Asep W Permana, periset di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, Jawa Barat. Rendam potongan kulit manggis dengan air selama 1 jam, cuci bersih, dan kukus selama 3-5 menit. Tujuannya untuk menghilangkan getah yang terkandung di dalamnya. Setelah itu barulah memblender kulit manggis dan endapkan sebelum mengonsumsi.

Pilihan lain yang praktis adalah menyeduh kulit buah anggota famili Clusiaceae itu dengan air yang baru mendidih, mirip membuat teh atau kopi. Namun, berdasarkan penelitian Rosita Melannisa MSi Apt dan tim dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, senyawa aktif dalam kulit manggis yaitu xanthone tidak dapat terekstrak optimal jika menggunakan pelarut air. ”Kadar alfa-mangostin yang terekstrak relatif kecil, kurang dari 1%,” ujar Rosita.

Serbuk dan ekstrak

Ahli farmakologi dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menyarankan pengolahan kulit manggis dalam bentuk serbuk dan konsumsi beserta ampas. Alasannya,”Jika kulit direbus, hanya senyawa larut air yang dapat terekstrak. Namun, jika konsumsi beserta ampasnya, yang larut dalam lemak pun dapat diserap tubuh,” ujar Elin.

Untuk membuat serbuk, Elin memotong kulit manggis menjadi cacahan berukuran sekitar 4 cm. Kelahiran 60 tahun silam itu lantas menjemur cacahan kulit selama 2-3 hari hingga kering. Menurut Sinse M Yusuf di Sukabumi, Jawa Barat, selain membuat awet, pengeringan juga berfungsi menghilangkan cairan dan getah pada kulit manggis penyebab pahit. Elin lantas menghancurkan kulit kering dengan gilingan cabai menjadi serbuk. Untuk konsumsi, ia menyeduh 20 g serbuk dengan 240 ml air matang. Seduhan dikonsumsi beserta ampasnya.

Olahan lain kulit manggis adalah esktraksi. PT Industri Jamu Borobudur mengekstrak kulit manggis dan mengemas dalam kapsul. Pertimbangannya praktis dan awet. ”Kapsul bisa tahan hingga 3,5 tahun,” ujar Kepala Laboratorium PT Industri Jamu Borobudur, Joko Kawiyanto. Metode ekstraksi memang efektif untuk ”menarik” senyawa aktif dalam kulit manggis.

Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, dosen dan peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, senyawa xanthone yang berkhasiat dalam kulit manggis antara lain alfamangostin, gammamangostin, dan garcinon-E yang bersifat semipolar dan paling efektif diekstrak dengan pelarut etanol.

Penelitian Nidia E Pebriyanti dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, membuktikan mengolah kulit manggis menjadi sirop juga memungkinkan. Kandungan xanthone dalam sirop olahannya mencapai 46,49 mg/100 ml. Nidia mencampurkan ekstrak kulit manggis dengan ekstrak rosela sebagai pewarna alami dan madu (pemanis alami). Perbandingan ketiga bahan itu 5 : 1 : 4. Namun, menurut Lukas bagi sebagian orang, pencampuran kulit manggis dengan madu menimbulkan alergi. (Tri Susanti/ Peliput: Desi Sayyidati Rahimah, Faiz Yajri, & Pranawita Karina)

Jus Manggis ala Lukas

  1. Ambil 1 buah manggis matang
  2. Kupas kulit bagian luar yang keras
  3. Potong-potong seluruh bagian hingga menjadi kecil
  4. Masukkan potongan kulit, buah, dan biji manggis ke dalam blender bersama 150 cc air.
  5. Saring jus manggis
  6. Endapkan sekitar 5 menit, buang busa di permukaan dan hindari mengonsumsi endapan

Pembuktian di Empat Benua

Belanja Online dan Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamslimer.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
Xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati KANKER PARU - PARU DAN PARU - PARU,,ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln

============

Pekebun manggis di Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, mengumpulkan kulit manggis terbuang untuk diolah menjadi briket. Kini, mereka berpeluang mengolahnya menjadi sediaan herbal kaya antioksidan.

Setiap tahun Kabupaten Purwakarta mencakup Kecamatan Wanayasa, Bojong, dan Kiarapedes menghasilkan 6.000 ton buah manggis. Dari jumlah itu hanya 35% manggis lolos seleksi ekspor. Di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, setali tiga uang, jumlah buah layak ekspor hanya 40%. “Itu sudah lebih tinggi ketimbang sebelum 1990-an. Waktu itu jumlah yang lolos ekspor dari Leuwiliang hanya 5%,” kata Prof Dr Roedhy Purwanto dari Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor.

Menurut Ade Sugema, salah seorang pekebun di Wanayasa, buah yang tidak lolos ekspor dijual ke pasar lokal atau diolah menjadi dodol atau jus. Kulit buah sisa pengolahan, “Ya dibuang atau kadang dibuat briket,” katanya. Ade sebenarnya paham, kulit manggis merupakan bahan baku fitofarmaka. Sayang, di sekitar Purwakarta belum ada perusahaan bersedia menampung.

Riset pendukung

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi manggis nasional pada 2010 sebanyak 84.000 ton. Jika sebanyak 60% buah ditolak pasar dunia berarti terdapat 50.400 ton manggis potensial dimanfaatkan sebagai bahan penghasil xanthone. Musababnya banyak riset membuktikan keandalan xanthone. Riset terbaru Osaka Health Science University dan Osaka Medical College di Osaka, Gifu Pharmaceutical University di Gifu, dan Universitas Kyoto di Kyoto membuktikan secara in vivo keandalan alfamangostin-senyawa turunan xanthone-menghambat pertumbuhan tumor dan metastasis pada kanker rahim.

Masa-Aki Shibata dan 6 rekannya melakukan uji pemberian 3 dosis alfamangostin; 0 (kontrol), 10 mg, dan 20 mg per kg bobot badan per hari selama 6 minggu. Di akhir eksperimen, volume kanker pada tikus kontrol mencapai 993 mm3. Sedangkan pada tikus yang diberi dosis 10 mg alfamangostin, volume kanker 785 mm3; dosis 20 mg, volumenya 744 mm3. Selain itu, terlihat adanya penurunan persentase metastasis sebanyak 10% dibandingkan tikus kontrol. Hasil penelusuran Trubus terdapat ratusan riset lain di empat benua di dunia. (Tri Istianingsih)

sumber : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5633:pembuktian-di-empat-benua&catid=81:topik&Itemid=520

Enyahlah, Virus Maut!

Belanja Online dan Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamslimer.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
Xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati KANKER PARU - PARU DAN PARU - PARU,,ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
============

Tak ada air mata berderai-derai, ketika dokter mendiagnosis Bethari Drupadi positif mengidap penyakit maut: HIV-AIDS.

Angka penanda virus-CD4-hanya 69; kadar normal minimal 1.500. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu sungguh ganas karena biasanya beragam infeksi lain seperti tuberkulosis, hepatitis, dan tumor lebih mudah menyerang. Itu karena tubuh rentan akibat sistem kekebalan tubuh lemah. Namun, menghadapi diagnosis itu, Bethari Drupadi-ia enggan nama sebenarnya tertulis di sini-sangat tenang.

“Kalau sebelumnya saya melakukan seks bebas, saya menyesal. Saya kan hanya ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak di rumah,” kata Bethari Drupadi. Bercokolnya HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome) diduga bermula pada awal Januari 2011, saat Drupadi mengunjungi kerabatnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Di pedalaman Papua itu ia menggigil karena terserang malaria sebagaimana diagnosis dokter di sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat.

Kulit manggis

Untuk mengatasi malaria, Drupadi menjalani opname selama sepekan di Mimika. Ketika itulah ia mendapat suntikan antiplasmodium. Setelah kondisi membaik, perempuan 40 tahun itu pulang ke Jakarta. Namun, beberapa hari kemudian ia kembali menggigil. Itulah sebabnya ia bergegas memeriksakan diri ke dokter pada 31 Januari 2011. Tiga kali hasil tes membuktikan bahwa ia positif HIV-AIDS dengan CD4 hanya 69.

Dokter memberikan dua jenis tablet antiretroviral untuk mengatasi virus anggota famili Retroviridae itu. Namun, Drupadi enggan mengonsumsi tablet itu. “Pokoknya herbal,” kata Drupadi. Alasannya herbal lebih aman terhadap organ tubuh. Menurut Franklin Leyder yang 18 tahun terakhir menangani penderita HIV-AIDS, antiretoiviral mengganggu organ lain seperti ginjal.

Selain itu, pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi antiretroviral paling pol hanya bertahan hidup 3 tahun. Untuk mencari herbal anti-HIV/AIDS, Drupadi berselancar di dunia maya hingga dini hari, pukul 03.00. Ketika itulah ia menemukan informasi bahwa kulit manggis mujarab mengatasi HIV-AIDS. Drupadi girang bukan main. “Saya seperti mendapat durian runtuh,” katanya dengan kedua bola mata berbinar. Setelah tidur sejenak, pagi itu ia memacu motor ke Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membeli buah manggis.

Harap mafhum di sekitar rumahnya, ia tak mendapati penjual buah Garcinia mangostana. Drupadi membeli total 15 ikat buah anggota famili Clusiaceae itu. “Kebetulan anak saya suka manggis,” kata ibu dua anak yang beranjak dewasa itu. Ia menjemur kulit queen of fruit alias ratu buah hingga kering, lalu merebus kulit dua buah manggis dalam dua gelas air hingga mendidih, dan tersisa segelas. Air rebusan itu yang ia minum tiga kali sehari. Rasanya agak sepat.

Antioksidan tinggi

Selama lima bulan hingga Juni 2011, ia rutin mengonsumsi rebusan kulit buah anggota famili Clusiaceae itu. Namun, karena menganggap tak praktis, ia beralih ke olahan kulit manggis siap konsumsi yang kini banyak beredar di pasaran. Pada 12 Agustus 2011, ia memeriksakan diri ke dokter dan CD4 membubung hingga 800. Hanya dalam tiga bulan, CD4 Drupadi melambung. “Dalam kamus kedokteran, belum ada lonjakan CD4 sesignifikan itu. Paling hanya 100,” kata Franklin.

Drupadi berencana memeriksakan kadar CD4 pada awal Oktober 2011. Pengalaman Franklin mendampingi para pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi jus kulit manggis, kadar CD4 mencapai 1.500 dalam 6-8 bulan; Drupadi baru 5 bulan rutin minum rebusan kulit manggis dan jus. Syaratnya pasien menghindari stres dan mencegah konsumsi daging, susu formula, dan goreng-gorengan.

Duduk perkara kulit manggis tokcer menghambat HIV-AIDS itu terungkap secara ilmiah. Jurnal ilmiah Planta Med pada 1996 mengungkapkan ekstrak etanol kulit manggis berpotensi mencegah aktivitas HIV-1. Senyawa yang berperan terutama mangostin dan gammamangostin. Periset di Institut Obat Traditional, Muhimbili University, Tanzania, Joseph J. Magadula, meneliti 9 spesies kerabat manggis bergenus Garcinia. Setelah meriset secara ilmiah, Magadula menyimpulkan kulit buah Garcinia semseii mempunyai daya hambat terbesar melawan HIV dengan nilai IC50 hanya 5,7 µg/ml.

IC50 inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan sediaan atau ekstraksi herbal terhadap virus uji, dalam hal ini HIV. Untuk menghambat separuh virus uji, hanya perlu 5,7 µg/ml ekstrak Garcinia semseii. Semakin kecil dosis, berarti kian kuat esktrak dalam menghambat virus. (lihat ilustrasi).

Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, dr Paulus Wahyudi Halim, kulit manggis mengandung antioksidan tinggi. Hasil penelitian dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr Agung Endro Nugroho Msi Apt, senyawa antioksidan dalam kulit manggis adalah alfa mangostin dan gammamangostin. Berkat antioksidan itu, kekebalan tubuh pun meningkat. “Masalah virus coba dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh,” kata Paulus, Ketika ratu bertitah, maka virus maut itu pun enyah. (Sardi Duryatmo/Peliput: Tri Istianingsih)

Kulit Manggis: Andal Atasi Kanker & Jantung

Belanja Online dan Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamslimer.com
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 @MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
Xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati KANKER PARU - PARU DAN PARU - PARU,,ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
============

Koper terakhir itu gagal terangkat ketika George Leasa SH MH mengerang keras, “Aduh, sakit.” Mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura itu menjatuhkan koper yang relatif ringan. Hampir saja tubuh George ambruk menyusul koper bila sang istri tak bergegas merangkul.

Istri tercinta bergerak cepat, membawa George Leasa ke rumahsakit di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Hasil pemeriksaan dengan ekokardiogram membuktikan, ayah tiga anak itu positif jantung koroner. Untuk mengatasi pembunuh nomor dua itu, ia opname selama 10 hari sejak 31 Maret 2011. Ketika itulah ia mengonsumsi vitamin untuk jantung serta obat pengencer darah dan memperkuat otot jantung.

Sayang, kondisi kesehatan alumnus Fakultas Hukum Universitas Pattimura, itu tak kunjung membaik. “Rasa nyeri di dada masih terasa,” kata ayah 3 anak itu. Itulah sebabnya dokter merujuk ke rumahsakit khusus jantung di Jakarta, pada 10 April 2011. George langsung menjalani kateterisasi. Hasilnya mengejutkan, penyumbatan pada pembuluh darah jantung di bagian kiri 100%. Pada kondisi itu darah sama sekali tidak mengalir. Plak juga menyumbat 2 titik di pembuluh darah di kanan jantung, 70% dan 80%.

Batal pasang cincin

Menurut ahli jantung di Rumahsakit Omni, Pulomas, Jakarta Timur, dr Henry Pakpahan SpJP, penyumbatan pembuluh darah hingga 100% menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen dari jantung ke organ tubuh terhambat. Akibatnya organ tubuh lain kekurangan oksigen sehingga terasa sakit persis yang terjadi pada George ketika mengangkat koper sang adik yang hendak ke luar kota. Risiko terbesar adalah kematian.

Henry Pakpahan mengatakan penyumbatan itu akibat penumpukan lemak di arteri alias pembuluh darah jantung. Penyebabnya konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. George memang penikmat coto makassar, gulai kambing, dan daging babi dalam sehari-hari. Celakanya, ia tak gemar berolahraga. Dokter menawarkan 2 pilihan untuk mengatasi penyakit yang menduduki peringkat ke-2 perenggut jiwa setelah kanker itu: pemasangan cincin atau terapi obat.

Pria 61 tahun itu memilih operasi pemasangan cincin yang saat ini berbiaya Rp25-juta-Rp35-juta

untuk sebuah ring, belum termasuk obat pascaoperasi. Padahal, dokter mesti memasang tiga cincin untuk menopang pembuluh darah yang menyempit di jantung George. Dokter semula menjadwalkan operasi pada 4 Mei 2011. Namun, pada tanggal itu, George mengonsumsi obat pengencer darah resep dokter dari rumahsakit di Ambon. Konsumsi obat pengencer darah memicu pendarahan hebat saat operasi. Itulah sebabnya, dokter yang menangani George sepakat menunda operasi sepekan kemudian.

Selama menanti operasi itulah George berjumpa kerabat yang menganjurkan untuk mengonsumsi jus kulit manggis. Dosen itu minum 40 cc jus kulit manggis 3 kali sehari. Baru juga dua hari mengonsumsi, George merasa bugar. Napas tidak lagi tersengal-sengal dan nyeri di dada kiri juga hilang. Atas dasar itulah ia memutuskan menunda operasi.

Hasil pemeriksaan terakhir di sebuah rumahsakit di Surabaya pada 21 Agustus 2011, menunjukkan penyumbatan pembuluh darah jantung bagian kiri berkurang menjadi 65%. Dua penyumbatan lain di jantung bagian kanan berkurang masing-masing 44% dan 45%. Dokter menyarankan George agar rajin berolahraga dan menjaga pola makan.

Olah sendiri

Khasiat manggis mengatasi jantung koroner itu sejalan dengan riset Dachriyanus. Peneliti dari Jurusan Farmasi, Universitas Andalas, itu menunjukkan 30 mg ekstrak manggis per kg bobot tubuh mampu menurunkan 24,55% kadar kolesterol total darah mencit. Begitu Dachriyanus meningkatkan dosis menjadi 100 mg, kadar kolesterol turun 42,26%. Pantas pembuluh darah jantung George yang semula menyempit akibat timbunan kolesterol, terus terkikis. Hingga kini George tetap rutin mengonsumsi jus kulit manggis dengan dosis tetap.

Ia bukan satu-satunya yang merasakan khasiat kulit manggis. Kulit buah anggota famili Clusiaceae itu juga membantu kesembuhan Hardjono, pengidap kanker prostat pada 2010. Pensiunan pegawai negeri itu mengonsumsi 20 ml jus kulit manggis 2 kali sehari. Dua bulan kemudian, sakit mendera saat berkemih sirna. Ia kembali lancar berurine. Sayang, ia belum memeriksakan diri ke dokter. Jus kulit manggis yang membantu kesembuhan mereka-George dan Hardjono-memang banyak tersedia di pasaran.

Toh, banyak pula pasien penyakit degeneratif lain seperti hipertensi, kanker, yang sembuh berkat kulit manggis racikan sendiri. Mereka merebus kulit manggis, menyaring, dan meminumnya (baca: Enyahlah, Virus Maut! Halaman 16). Beberapa herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor serta dr Paulus Wahyudi Halim dan Lukas Tersono Adi di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga meresepkan kulit manggis dalam bentuk simplisia.

Mereka meresepkan kulit manggis untuk mengatasi beragam penyakit degeneratif. Amankah mengonsumsi rebusan kulit manggis? Riset PT Industri Jamu Borobudur yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikan, ekstrak kulit manggis tidak toksik. Melalui uji toksisitas subkronik, terbukti ekstrak kulit manggis tidak mempengaruhi profil kimia darah, ginjal, maupun hati. Hingga dosis 750 g masih aman konsumsi.

Menurut guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof Dr Sidik Apt, mengolah sendiri kulit manggis sangat mudah. Setelah mencuci bersih, segera potong kulit 2 buah manggis, rebus dalam 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Air rebusan tersaring itu diminum 2 kali sehari. (baca: Menjemput Khasiat di Kulit halaman 20). Hasil racikan sendiri tak kalah berkhasiat ketimbang sirop siap minum. Kulit manggis yang selama ini terbuang percuma itu ternyata sebagai panasea alias obat beragam penyakit.

Apa yang menyebabkan kulit manggis ampuh mengatasi berbagai penyakit? Ahli farmasi dari Universitas Indonesia, Dr Berna Elya Apt MSi, mengatakan kulit manggis mujarab mengatasi beragam penyakit berkat senyawa xanthone. Senyawa itu antioksidan tingkat tinggi. “Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk,” kata ahli teknologi pangan dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Dr Ir Raffi Paramawati.

Berna menuturkan xanthone memiliki gugus hidroksida (OH) yang efektif mengikat radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merusak sel tubuh. Raffi mengatakan kulit manggis andal menetralisir radikal bebas. Lihatlah nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone mencapai 17.000-20.000. Bandingkan dengan sumber antioksidan lain seperti anggur yang “hanya” 1.100; sedangkan apel (1.400).

Trio mangostin

Alfamangostin-antioksidan kuat dan bagian kelompok xanthone-meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan katabolisme very low density lipoprotein (VLDL). Itu lipoprotein berdensitas sangat rendah. Berkat enzim lipoprotein lipase, VLDL yang kaya trigliserida itu terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Hasil samping penguraian berupa kolesterol, fosfolipid, dan apoprotein yang akan dipindahkan ke HDL. Akibatnya kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL turun; kadar HDL atau kolesterol baik meningkat.

Soal kulit manggis antikanker? Yukihiro Akao peneliti dari Institut Bioteknologi Gifu, Jepang, menyibak tabir itu. Menurut Akao alfamangostin berperan mengendalikan sel kanker dengan mekanisme apoptosis alias proses bunuh diri sel. Selain itu alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

Menurut peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, manggis mengandung 50 senyawa xanthone. ”Dari ke-50 senyawa itu yang paling banyak dilaporkan memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, gammamangostin, dan garsinon-E,” ujar Agung. Alfamangostin dan gammamangostin memiliki efek antioksidan.

”Alfamangostin dan garcinon-E menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 & 9 yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker,” ujar Agung. Pantas setahun belakangan kulit manggis menjadi buah bibir karena begitu hebatnya kandungan senyawa aktif itu. Akibatnya kian banyak yang memanfaatkan kulit manggis sebagai herbal. Selama ini kulit manggis di negeri produsen terbesar kedua itu kerap terbuang.

Padahal, di negara lain marak penelitian kulit manggis sebagai obat. Para periset di Amerika Serikat, misalnya, meneliti dan memproduksi jus kulit manggis seperti Vemma dan Xango yang juga beredar di Indonesia.

Menurut Raffi, ekstrak dan jus kulit manggis menempati peringkat 10 besar sebagai suplemen makanan paling tren di Amerika Serikat versi Datamonitor’s ProductScan Online. Jepang juga getol meriset khasiat kulit manggis sejak 2000. Malaysia mengembangkan kulit manggis sebagai herbal antiplatelet alias obat-obat yang menghambat pembekuan darah. Di tanahair beberapa produsen seperti PT Industri Jamu Borobudur memproduksi kapsul ekstrak kulit manggis sejak 2007. Menurut Joko Kawiyanto dari PT Industri Jamu Borobudur, kapsul ekstrak kulit manggis bermerek Mastin berkhasiat sebagai antioksidan serta antipenuaan dini. Irman Setiawan, manajer pabrik PT Industri Jamu Borobudur, mengatakan 20% produksi ekstrak kulit manggis diekspor ke Malaysia.

PT Inti Kiat Alam, mengolah jus kulit manggis bermerek Xamthone Plus sejak 2008. Meski tergolong baru, sambutan konsumen menggembirakan. Jika produksi perdana pada 2008 hanya 10.000 botol, “Pada tahun berikutnya permintaan meningkat hingga 600%,” ujar Konradus Pedhu dari Xamthone Plus Syariah, distributor jus manggis Xamthone Plus. Lonjakan permintaan itu membuktikan kulit manggis menjadi sandaran pasien untuk menggapai kesembuhan. (Imam Wiguna/Peliput: Faiz Yajri, Pranawita Karina, Tri Istianingsih, dan Tri Susanti)

Perbanyak Air Putih

Flek keluar dari organ intim membuat Tari terperangah. Terlebih saat berkemih, urine tampak berbuih. Bagian bawah perutnya seperti digaruk-garuk. Keluhan itu muncul setelah selama empat hari Tari mengonsumsi seduhan serbuk kulit manggis untuk mengatasi penyakit penebalan dinding rahim. Menurut herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, menghadapi kondisi seperti itu pasien tidak perlu resah.

“Perut yang terasa seperti digaruk itu pertanda kulit manggis tengah bekerja. Senyawa aktif dalam kulit manggis membantu meluruhkan jaringan yang menyebabkan penebalan di dinding rahim,” ujar herbalis yang kerap mengajar yoga di Thailand itu. Jaringan yang luruh kemudian keluar melalui vagina sehingga menimbulkan flek. Urine yang berbuih menunjukkan efek detoksifikasi tengah bekerja. Zat beracun dalam tubuh dikeluarkan melalui urine.

Beberapa “efek samping” memang kerap dirasakan pasien usai mengonsumsi herbal kulit manggis seperti kembung. Menurut dokter dan herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, efek samping herbal karena pasien menderita penyakit lain yang menyertai penyakit utama. Contohnya pasien penyakit tertentu yang mengidap mag, mengeluh kembung bila mengonsumsi herbal bersifat asam. Oleh karena itu perlu disertai pemberian herbal untuk memperbaiki kondisi lambung seperti kunyit dan temulawak.

Efek samping lain yang kerap dikeluhkan pasien adalah gangguan ginjal. Menurut ahli farmasi dari Universitas Indonesia, Dr Berna Elya Apt MSi, gangguan itu bisa timbul bila cara pengolahan dan konsumsi kurang tepat. Jika mengonsumsi kulit manggis dalam bentuk seduhan serbuk beserta ampasnya, sebaiknya minum air putih yang banyak. “Jika tidak maka senyawa yang tidak tercerna menumpuk di ginjal sehingga memperberat kerja ginjal. Banyak minum membantu meluruhkan endapan itu,” ujar Berna. Untuk mengatasi keluhan ginjal Sidi menyarankan mengonsumsi herbal bersifat diuretik alias berefek peluruh kencing seperti adas, jintan, dan daun sembung. (Imam Wiguna/Peliput: Pranawita Karina)

Khasiat Mendunia

Secara tradisional buah dan bagian lain pohon manggis kerap digunakan sebagai herbal di negara produsen. Namun, satu dekade terakhir negara-negara subtropis yang notabene bukan produsen manggis seperti Amerika Serikat dan Jepang, getol meriset berbagai khasiat kulit manggis. Karena itu kini pemanfaatan manggis semakin mendunia.

Thailand

  • Secara tradisional, warga Thailand memanfaatkan kulit manggis untuk menyembuhkan infeksi kulit, luka, dan diare.

Filipina

  • Rebusan daun dan kulit batang manggis digunakan untuk obat penurun panas, diare, disentri, dan gangguan berkemih. Rebusan akar kerap digunakan para wanita untuk meredakan gangguan menstruasi.

Karibia dan Amerika Latin

  • Teh buah manggis dikonsumsi sebagai pembangkit stamina.

Brasil

  • Teh buah manggis dikonsumsi untuk mengatasi masalah pencernaan.

Venezuela

  • Kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.

Amerika Serikat

  • Buah manggis diolah sebagai jus untuk suplemen kesehatan.

Australia

  • Sejak 10 tahun terakhir mengembangkan perkebunan manggis monokultur untuk memasok buah segar dan bahan suplemen.

India

  • Tepung kulit manggis kering digunakan untuk mengatasi disentri, luka luar, luka bernanah, dan mag.

Jepang

  • Daun dan kulit batang manggis berefek antiinflamasi. Karena itu kerap digunakan untuk mengobati eksem, hiperkeratosis, dan penyakit kulit lain seperti psoriasis.

Malaysia

  • Kulit manggis diekstrak lalu diolah menjadi suplemen untuk berbagai penyakit akibat darah kental seperti jantung, stroke, dan hipertensi.***
  • Berbagai produk olahan kulit manggis di pasaran

Nyeri Tubuh

Fibromyalgia atau rasa nyeri di hampir seluruh tubuh, biasanya menyerang hingga 18 titik. Penyakit itu disebabkan oleh lelah berlebihan, stres, gangguan tidur, dan gangguan mineral atau elektrolit dalam darah. Menurut dr Azis Mahyuddin di Bontang, Kalimantan Timur, kulit manggis dapat membantu mengatasi mengurangi rasa sakit karena bersifat antiinflamasi.***

Kulit Mulus

Produsen jamu di Semarang, Jawa Tengah, PT Industri Jamu Borobudur, menguji khasiat kulit manggis untuk kesehatan kulit. Mereka mengujicoba produk pada 20 karyawan yang berjerawat. Masing-masing orang mengonsumsi 2 kapsul ekstrak kulit manggis 2 kali sehari. Setelah 2 minggu, 75% responden menyatakan jerawat berkurang.***

Alzheimer

Sebanyak 4,5-juta penduduk Amerika Serikat menderita alzheimer. Hasil penelitian The Department of Pharmaceutical Molecular Biology, Tohoku University, Jepang, menyebutkan gammamangostin pada kulit manggis berefek antiinflamasi sehingga berpotensi membantu mengatasi penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada otak seperti alzheimer.***


Insya Allah Minyak bulus sangat ampuh menguatkan, mengencangkan dan memperbesar alat vital pria dan payudara. (Membantu mengatasi impotensi, lemah syahwat, ejakulasi dini, MR P lembek, dlln)UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797 EMAIL /YM / Facebook: binmuhsin_group@yahoo.co.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Total Tayangan Laman

Pengikut

Arsip Blog

Laman

{nama-blog-anda} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com